Gunung Merapi Kembali Luncurkan Lava Pijar 7 Kali Sejauh 2 Kilometer, Status Siaga Level III Bertahan

Gunung Merapi meluncurkan lava pijar sebanyak tujuh kali dengan jarak luncur maksimal dua kilometer ke arah Sungai Sat dan Sungai Putih.
Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:03:01 WIB

YOGYAKARTA — Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih menunjukkan intensitas yang perlu diwaspadai. Berdasarkan laporan resmi BPPTKG yang dirilis hari ini, Rabu 5 Agustus 2026, gunung api yang menjadi ikon wisata alam tersebut mengalami 7 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 2 kilometer.

Material lava tersebut tercatat meluncur ke arah dua aliran sungai utama, yaitu Sungai Sat dan Sungai Putih. Meski luncuran terpantau cukup jauh, secara visual kondisi puncak gunung terlihat jelas dengan asap kawah yang nihil.

Cuaca Cerah, Suhu Udara Capai 16,4 Derajat Celcius

Pantauan terakhir dari pos pengamatan menunjukkan cuaca di sekitar puncak Merapi sedang cerah. Suhu udara tercatat berada di angka 16,4 derajat Celcius dengan tingkat kelembaban mencapai 53,3 persen. Kondisi ini membuat aktivitas visual gunung dapat terpantau secara optimal.

Rekam Seismik: 35 Gempa Guguran hingga 9 Gempa Hybrid

Data kegempaan yang dirilis BPPTKG melalui laman magma.esdm.go.id menunjukkan adanya peningkatan aktivitas seismik yang signifikan. Sepanjang periode pengamatan, tercatat 35 kali gempa guguran yang mengindikasikan pergerakan material di lereng gunung.

Selain itu, sensor seismograf juga merekam 9 kali gempa hybrid atau gempa fase banyak, serta 7 kali gempa vulkanik dangkal. Satu kali gempa tektonik jauh turut mendominasi catatan aktivitas kegunungapian pada hari ini.

Kombinasi antara guguran lava dan serangkaian gempa vulkanik ini menunjukkan bahwa suplai magma dari kedalaman masih terus berlangsung. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati area yang telah direkomendasikan.

Rekomendasi Jarak Aman untuk Warga Sekitar Merapi

Dengan status Siaga Level III yang masih bertahan, BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi warga yang bermukim di sekitar gunung. Masyarakat diminta menghentikan aktivitas di wilayah potensi bahaya, termasuk di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

  • Warga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak gunung.
  • Masyarakat diimbau mewaspadai bahaya lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di Merapi, terutama saat terjadi hujan deras di area puncak.
  • Pemerintah daerah setempat diminta menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi eskalasi aktivitas.

Perlu diingat, potensi bahaya saat ini masih terfokus pada guguran lava dan awan panas yang mengarah ke sektor selatan-barat daya. Kawasan ini meliputi wilayah Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih dengan jarak luncur maksimal 5 kilometer.

Sementara itu, untuk sektor tenggara, potensi luncuran material tercatat mencapai 3 kilometer menuju Sungai Woro dan Sungai Gendol. Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada, serta hanya mempercayai informasi resmi dari BPPTKG dan BPBD setempat.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah