BI Tegal dan Pemkab Batang Dorong Transaksi Nontunai Lewat Buku Cerita Hingga Wakaf QRIS untuk ASN

BI Tegal dan Pemkab Batang meluncurkan buku cerita untuk mengenalkan transaksi nontunai kepada anak-anak sejak dini.
Penulis: Wahyu
Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:32:01 WIB

PEKALONGAN — Sinergi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal dan Pemkab Batang dalam membangun ekosistem pembayaran nontunai berjalan di luar kebiasaan. Alih-alih sekadar sosialisasi teknis, edukasi justru dimulai dari ruang kelas dan kegiatan komunitas agar budaya transaksi digital berakar kuat di masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal, Bimala, menegaskan bahwa mendorong kebiasaan bertransaksi digital tidak melulu soal hitung-hitungan angka atau aplikasi di ponsel pintar. Menurutnya, membentuk budaya nontunai justru dimulai dari ruang kelas hingga aksi sosial di lapangan.

Edukasi QRIS Dimulai dari Bangku Sekolah

Melalui sinergi dengan Pemkab Batang, edukasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dilakukan sejak dini. Anak-anak sekolah diajak mengenal pembayaran digital bukan lewat teori yang rumit, melainkan cerita bergambar dan materi ajaran yang menyenangkan.

"Kita masuk edukasinya sejak dini ya, mulai dari pembuatan buku cerita tadi kemudian ada integrasi materi ajar di sekolah-sekolah," katanya usai Media Briefing se-Jateng di Kota Pekalongan, Kamis.

Bimala menilai membangun ekosistem digital butuh dorongan budaya yang konsisten dari berbagai lini. Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci untuk memperluas jangkauan edukasi ke berbagai kalangan.

ASN Disuntik Makna Baru: Aparatur Siap Nontunai

Gerakan nontunai tidak berhenti di bangku sekolah. BI Tegal bersama Pemkab Batang merambah para pegawai lewat agenda Pekan QRIS. Dalam gerakan ini, istilah ASN diubah menjadi kampanye gaya hidup digital, yakni "Aparatur Siap Nontunai".

Aksi nyata ini akan ditunjukkan dalam kegiatan olahraga bersama bertajuk ASN Wani Playon pada Jumat 14 Agustus 2026 pagi. Kegiatan tersebut dirangkai dengan tasyakuran peringatan kemerdekaan pada 17 Agustus malam di Pendopo Kabupaten Batang.

Dalam ajang berlari tersebut, para pegawai Pemkab Batang diajak berdonasi secara digital melalui fitur QRIS wakaf. "ASN itu juga ada singkatannya, Aparatur Siap Nontunai. Itu nanti akan melakukan wakaf yang sudah kami sampaikan ke Pak Bupati Batang M Faiz Kurniawan, nanti beliau yang menentukan lokasi sumurnya," jelas Bimala.

Wakaf Digital Menyasar Orang Tua Murid

Sebelumnya, dalam gelaran Gebyar PAUD Kabupaten Batang, BI Tegal bersama Bupati Batang juga memboyong pengalaman serupa kepada para orang tua murid. Bunda Literasi Faelasufa Faiz Kurniawan turut mendorong ibu-ibu yang hadir untuk berwakaf melalui QRIS.

"Kemarin ketika dengan Ibu Bupati atau Bunda Literasi Faelasufa Faiz Kurniawan di Gebyar PAUD, beliau juga mendorong ibu-ibu yang datang untuk wakaf melalui QRIS," pungkasnya.

Lewat kombinasi edukasi usia dini, kegiatan komunitas, hingga aksi kemanusiaan, BI Tegal dan Pemkab Batang optimistis pembayaran nontunai dapat berakar menjadi budaya keseharian masyarakat Batang.

Reporter: Wahyu