Mahasiswa KKN Undip Ajari Warga Desa Gentan Sukoharjo Ubah Galon Bekas Jadi Akuaponik, Panen Lele dan Kangkung di Lahan Sempit

Mahasiswa KKN Undip mendemonstrasikan perakitan sistem akuaponik dari galon bekas kepada warga Desa Gentan, Sukoharjo.
Penulis: Redaksi
Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:36:31 WIB

SUKOHARJO — Limbah galon plastik bekas yang kerap menumpuk di rumah tangga kini disulap menjadi media produktif oleh mahasiswa KKN Undip di Desa Gentan. Melalui program yang digelar di RT 03 RW 05, warga diajak membangun sistem akuaponik sederhana berkapasitas 15 liter yang mengombinasikan budidaya ikan lele di bagian bawah dan tanaman kangkung di bagian atas.

Program ini melibatkan empat mahasiswa dari lintas keilmuan, yakni Manajemen Sumber Daya Perairan, Arsitektur, Manajemen, dan Gizi. Kegiatan tersebut menyasar ibu-ibu setempat dengan pendekatan praktik langsung, bukan sekadar teori.

Galon Bekas Jadi Sumber Pangan dan Nilai Ekonomi

Joshua Hendrison Siregar, mahasiswa Manajemen Sumber Daya Perairan, mendemonstrasikan perakitan instalasi akuaponik dari galon bekas. Menurut dia, sistem ini dirancang agar mudah ditiru warga di rumah masing-masing.

"Kami ingin menunjukkan bahwa sampah plastik masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang produktif. Harapannya warga bisa menerapkan sistem ini di rumah meskipun memiliki lahan yang terbatas," ujar Joshua.

Konsep akuaponik yang diperkenalkan mengandalkan siklus alami. Kotoran ikan menjadi nutrisi bagi tanaman kangkung, sementara akar tanaman menyaring air yang kembali ke kolam ikan. Mekanisme ini dinilai tepat untuk pekarangan sempit di perkampungan.

Penataan Instalasi hingga Peluang Usaha Rumahan

Nisrina Zain, mahasiswa Arsitektur, memberikan edukasi tata letak instalasi yang optimal menggunakan sun path diagram dan bioclimatic design. Materi ini disampaikan lewat poster visual agar warga memahami posisi penempatan yang ergonomis dan tetap menarik secara visual.

Dari sisi bisnis, Abiy Zaky Abdurrahman, mahasiswa Manajemen, memaparkan analisis kelayakan usaha sederhana. Warga diajak menghitung modal awal, biaya operasional, hingga potensi pendapatan dari panen lele dan kangkung.

"Sistem akuaponik ini sebenarnya punya potensi ekonomi yang cukup menjanjikan kalau dikelola dengan sungguh-sungguh. Modalnya relatif kecil dan hasil panennya bisa dikonsumsi sendiri ataupun dijual," kata Zaky.

Nugget Lele Jadi Cara Baru Konsumsi Ikan

Rangkaian program ditutup dengan demonstrasi pengolahan hasil panen. Hana Aulia Pangesti, mahasiswa Gizi, memperkenalkan diversifikasi pangan melalui pembuatan nugget lele. Langkah ini bertujuan meningkatkan minat keluarga, terutama anak-anak, terhadap konsumsi ikan.

Respons warga terhadap olahan tersebut cukup antusias. "Nugget lelenya enak, baru tahu kalau lele bisa dibuat nugget, nanti mau coba buat di rumah," ungkap salah satu peserta.

Program ini diharapkan berkelanjutan dan menjadi cikal bakal ketahanan pangan berbasis rumah tangga di Desa Gentan. Dengan memadukan aspek lingkungan, ekonomi, dan gizi, inovasi galon bekas ini menawarkan solusi praktis yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pengentasan kelaparan dan pola konsumsi bertanggung jawab.

Reporter: Redaksi