SEMARANG — Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Helvi Yuni Moraza menyatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan mencetak pelaku usaha baru. Menurutnya, UMKM juga perlu mendapat dukungan pembiayaan, pemasaran, pendampingan, hingga teknologi agar mampu berkembang dan bersaing.
Program Bursa Wirausaha Unggulan yang ia hadiri mengusung tema Berani Memulai, Bertumbuh, dan Berdampak. Kegiatan itu merupakan kolaborasi antara Kementerian UMKM, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi.
Tiga Kekuatan yang Perlu Disinergikan
Helvi menyebut ada tiga kekuatan yang perlu disinergikan dalam pengembangan UMKM, yakni pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Sinergi itu dinilainya menjadi kunci agar pembinaan pelaku usaha berjalan utuh dari hulu ke hilir.
"Menumbuhkembangkan UMKM itu tidak terlepas daripada memulainya dengan mencetak wirausaha baru, khususnya di kalangan muda. Kemudian bertumbuh dengan memberikan fasilitas, fasilitas pembiayaan, pemasaran, pendampingan. Kemudian, berdampak. Apa dampaknya terhadap masyarakat sekitar, pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.
Teknologi Jadi Kebutuhan agar UMKM Naik Kelas
Pelaku UMKM saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga regional dan global. Kondisi itu membuat teknologi menjadi salah satu kebutuhan agar UMKM dapat naik kelas.
Helvi menilai perguruan tinggi memiliki peran penting untuk pengembangan UMKM. Kampus disebutnya menjadi salah satu sumber pengembangan teknologi yang dapat membantu UMKM beradaptasi dengan perubahan pasar.
Melalui kolaborasi lintas pihak, ia berharap penciptaan wirausaha baru di kalangan muda tidak berhenti pada pendirian usaha. Pembinaan lanjutan di bidang pembiayaan, pemasaran, dan pendampingan dinilai menentukan apakah usaha tersebut mampu bertahan dan memberi dampak bagi perekonomian daerah.