KEBUMEN — Ziarah ke tujuh makam pendiri pesantren menjadi pembuka seluruh agenda Hari Santri 2026 tingkat Kabupaten Kebumen. Ketujuh lokasi yang dikunjungi adalah Pondok Pesantren Manbaul Huda Mirit, Al Karim Prembun, Al-Kahfi Somalangu, Al-Hasani Alian, Al-Huda Kebumen, At-Tauchid Petanahan, dan Al-Kamal Kuwarasan.

Perjalanan ziarah menempuh rute antarpesantren dengan 12 kendaraan. Selain jajaran Kemenag Kebumen, kegiatan ini diikuti Ketua RMI PCNU Kebumen H. Johan Amru bersama unsur organisasi pesantren lainnya.

Kegiatan ziarah dikemas bersama kirab bendera dan logo Hari Santri 2026, mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas".

Mengapa Ziarah Jadi Pembuka Rangkaian Hari Santri?

Fahrudin menjelaskan, ziarah dipilih sebagai pembuka karena pesantren tidak tumbuh dalam waktu singkat. Di balik keberadaan pesantren saat ini terdapat perjuangan para ulama dan pendiri pesantren dalam membangun pendidikan, membimbing santri, serta menanamkan nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, semangat tersebut perlu diteruskan oleh generasi santri masa kini. Peringatan Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap pesantren, meningkatkan kepedulian terhadap sejarah, serta mendorong santri mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.

Pesan serupa disampaikan Kepala Kemenag Kebumen H. Anif Solikhin. Ia menekankan pentingnya menjadikan peringatan Hari Santri sebagai momentum memperkuat kontribusi santri bagi masyarakat dan bangsa.

Menurutnya, santri memiliki sejarah panjang dalam kehidupan Indonesia sehingga semangat perjuangan tersebut perlu diteruskan melalui pendidikan, akhlak, pengabdian, dan karya nyata.

Agenda Setelah Ziarah: Futsal hingga Pawai ke Pantai Setrojenar

Rangkaian Hari Santri 2026 tingkat Kabupaten Kebumen akan diisi sejumlah kegiatan. Setelah ziarah, agenda dilanjutkan Kompetisi Futsal Santri Pondok Pesantren pada 3–4 Oktober 2026, kemudian Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) pada 5–6 Oktober 2026.

Berikutnya, Kompetisi Video "Pesantrenku Bersih" dengan batas akhir pengiriman karya pada 12 Oktober 2026. Kompetisi tersebut mengajak peserta menyampaikan pesan tentang kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan pesantren melalui karya video.

Pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026, lembaga pendidikan keagamaan akan melaksanakan tadarus Al-Qur'an serentak. Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat tradisi membaca Al-Qur'an sekaligus menghadirkan semangat Hari Santri di lingkungan lembaga masing-masing.

Sehari kemudian, Pawai Budaya Santri HSN Kemenag Kebumen 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026. Pawai mengambil rute menuju Pantai Setrojenar dan menjadi ruang bagi santri untuk menampilkan keberagaman budaya serta memperkuat semangat kebersamaan.

Lomba Penulisan Sejarah Pesantren dan Puncak 22 Oktober

Kemenag Kebumen juga menggelar Lomba Penulisan Sejarah Pondok Pesantren. Pendaftaran dan pengumpulan naskah berlangsung 10 September–10 Oktober 2026, penilaian pada 13–18 Oktober, pengumuman pemenang 20 Oktober, sedangkan penyerahan hadiah dijadwalkan pada Apel Hari Santri, 22 Oktober 2026.

Lomba tersebut mengangkat tema "Menelusuri Jejak Pesantren, Merawat Sejarah, Menginspirasi Generasi." Tema tersebut sejalan dengan semangat ziarah pembuka, yakni mengenali jejak perjuangan pesantren sekaligus menjaga warisan sejarah agar tetap dikenal generasi berikutnya.

Anif berharap seluruh rangkaian Hari Santri dapat melibatkan lebih banyak unsur pesantren dan masyarakat. Kolaborasi antara Kemenag, organisasi pesantren, lembaga pendidikan keagamaan, penyuluh agama, serta para pengelola lembaga diharapkan membuat peringatan Hari Santri semakin bermakna dan tidak berhenti pada seremoni.

Seluruh agenda akan mencapai puncak pada Kamis, 22 Oktober 2026, melalui Upacara Peringatan Hari Santri 2026. Rangkaian kegiatan diselenggarakan Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kebumen bersama sejumlah organisasi pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan.

Reporter: Redaksi