Breaking

Polres Demak Libatkan Sekolah dan Bakesbangpol Cegah Tawuran Pelajar, Ini 4 Wilayah Rawan yang Jadi Fokus

SA
Sabtu, 08 Agustus 2026
Polres Demak Libatkan Sekolah dan Bakesbangpol Cegah Tawuran Pelajar, Ini 4 Wilayah Rawan yang Jadi Fokus
Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra memimpin rapat koordinasi pencegahan tawuran pelajar di empat kecamatan rawan.

DEMAK — Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra menyebut perkelahian antarpelajar masih kerap terjadi di empat kecamatan, yakni Karangawen, Mranggen, Karangtengah, dan Karanganyar. Kondisi ini mendorong aparat kepolisian bersama pemangku kebijakan memperkuat langkah preventif melalui pembinaan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila.

Dalam rapat koordinasi yang dipimpinnya, AKBP Samel menegaskan bahwa pengawasan terhadap pelajar tidak bisa hanya bertumpu pada guru di sekolah. Peran orang tua, pemerintah daerah, dan kepolisian dinilai sama pentingnya, terutama di luar jam belajar.

“Pengawasan harus melibatkan sekolah, orang tua, pemerintah daerah, dan kepolisian secara bersama-sama,” tegasnya.

Empat Kecamatan Rawan dan Modus yang Perlu Diwaspadai

Selain tawuran, AKBP Samel menyoroti penyalahgunaan minuman keras di kalangan remaja serta pemanfaatan media sosial untuk mengorganisasi aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan. Pola ini dinilai berkembang seiring tingginya penggunaan gawai di kalangan pelajar.

“Mulai dari tawuran pelajar, penyalahgunaan minuman keras, hingga pemanfaatan media sosial untuk mengorganisasi aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan,” ungkapnya.

Grup Komunikasi Kesiswaan Jadi Alat Deteksi Dini

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah tidak tinggal diam. Pengawas SMA Kabupaten Demak dan Kabupaten Semarang, Setyo Nugroho, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk grup komunikasi khusus yang beranggotakan para Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.

Grup ini difungsikan untuk memantau potensi pelanggaran maupun indikasi keterlibatan siswa dalam aksi tawuran. Jika ditemukan tanda-tanda awal, pembinaan bisa dilakukan lebih cepat sebelum persoalan berujung pada tindak pidana.

“Grup ini digunakan untuk memantau apabila terdapat peserta didik yang berpotensi melakukan pelanggaran maupun terlibat aksi tawuran,” jelas Setyo.

Empat Langkah Strategis Hasil Rapat Koordinasi

Dari rapat yang digelar Jumat tersebut, sejumlah langkah konkret disepakati untuk menekan potensi gangguan kamtibmas yang melibatkan remaja. Berikut poin-poin utamanya:

  • Memperkuat koordinasi antarinstansi dalam pertukaran informasi terkait perkembangan situasi pelajar.
  • Meningkatkan kegiatan sambang sekolah, penyuluhan hukum, serta pembinaan wawasan kebangsaan.
  • Menggencarkan patroli pada jam-jam rawan, terutama saat jam pulang sekolah.
  • Mengaktifkan sistem pelaporan dini di seluruh sekolah untuk menangani siswa yang berpotensi melanggar.

Bhabinkamtibmas Jadi Ujung Tombak di Masyarakat

AKBP Samel menambahkan, seluruh fungsi operasional Polres Demak bersama Polsek jajaran akan mengoptimalkan langkah preventif. Bhabinkamtibmas ditempatkan sebagai garda terdepan untuk menjangkau remaja di lingkungan tempat tinggalnya.

“Pencegahan harus menjadi langkah utama. Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat, kita berharap mampu membentuk generasi muda yang berkarakter serta mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Kesiapsiagaan Musim Kemarau Ikut Dibahas

Rapat koordinasi tersebut sekaligus menyoroti kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Seluruh pemangku kepentingan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, krisis air bersih, serta dampak lain yang memerlukan penanganan terpadu.

Setyo Nugroho mengapresiasi komitmen Polres Demak dalam membangun sinergi dengan dunia pendidikan. Menurutnya, pencegahan kenakalan remaja harus berkelanjutan melalui pembinaan karakter dan komunikasi yang erat antara sekolah, orang tua, dan kepolisian.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis potensi tawuran maupun perilaku menyimpang di kalangan pelajar dapat dicegah sejak awal,” pungkasnya.

Sumber: inilahjateng.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua