Breaking

Kementerian PU Ubah Fokus ke Dampak Jangka Panjang, Perkuat Koordinasi Lapangan

RE
Senin, 14 September 2026
Kementerian PU Ubah Fokus ke Dampak Jangka Panjang, Perkuat Koordinasi Lapangan

JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meyakini bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya diukur dari megahnya fisik bangunan atau panjangnya ruas jalan yang terbentang.

Lebih dari itu, indikator utama keberhasilan pembangunan adalah sejauh mana infrastruktur tersebut mampu membawa perubahan nyata bagi kualitas hidup masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.

Prinsip tersebut menjadi pijakan utama Dody dalam memimpin Kementerian PU. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikucurkan untuk proyek fisik harus berdampak langsung pada kesejahteraan sosial dan pertumbuhan ekonomi warga setempat.

"Infrastruktur bukan sekadar beton, semen, atau aspal. Tantangan terbesar kita hari ini adalah membuktikan kepada publik bahwa setiap proyek yang kita bangun benar-benar bisa mengubah hidup masyarakat menjadi lebih baik, sejahtera, dan mandiri," ujar Dody Hanggodo dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu, (14/9/2026).

Dody menjelaskan, tantangan ini menuntut perubahan pola pikir di tubuh Kementerian PU. Pembangunan kini tidak lagi berorientasi pada pemenuhan target output fisik semata, melainkan berfokus pada dampak (outcome) jangka panjang yang berorientasi pada kebutuhan riil warga lokal.

Salah satu fokus utamanya adalah konektivitas daerah terisolasi serta penyediaan infrastruktur dasar, seperti akses air bersih, sanitasi layak, dan irigasi pertanian.

Menurutnya, akses jalan yang memadai dapat memangkas biaya logistik petani, sementara ketersediaan air bersih dan irigasi secara langsung melepaskan masyarakat dari jerat kemiskinan.

Kendati demikian, Dody menyadari bahwa membuktikan dampak tersebut di lapangan bukanlah perkara mudah.

Tantangan geografis Indonesia yang luas, ketimpangan antarwilayah, hingga pengawasan kualitas proyek agar tepat sasaran menjadi ujian berat yang harus diselesaikan jajarannya.

Untuk menjawab tantangan itu, Dody mendorong integrasi program antarlembaga dan partisipasi aktif masyarakat lokal sejak tahap perencanaan.

Ia ingin memastikan bahwa aset infrastruktur yang telah selesai dibangun dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal oleh warga setempat.

"Kami tidak ingin ada infrastruktur yang megah tapi mangkrak atau tidak berdampak pada roda ekonomi lokal. Ukuran keberhasilan kami sederhana: ketika anak-anak bisa sekolah dengan aman, hasil tani mudah dijual, dan warga mendapat air bersih, di situlah hidup masyarakat telah berubah," pungkas Dody.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua