Breaking

Renovasi Sekolah Jadi Prioritas Kementerian PU, Perkuat Koordinasi Lapangan

RE
Minggu, 20 September 2026
Renovasi Sekolah Jadi Prioritas Kementerian PU, Perkuat Koordinasi Lapangan

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperluas fokus pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Melalui program renovasi dan pembangunan fasilitas pendidikan di berbagai daerah, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan gedung sekolah tidak sekadar mendirikan fisik bangunan, melainkan investasi jangka panjang untuk mendorong mobilitas sosial masyarakat.

Pembangunan sarana pendidikan yang layak dinilai sebagai kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan dan memberikan kesempatan yang setara bagi anak-anak di seluruh pelosok Indonesia.

Menurut Dody, akses terhadap gedung sekolah yang aman dan representatif menjadi tangga awal bagi generasi muda untuk meraih kehidupan yang lebih baik.

"Infrastruktur pendidikan adalah fondasi penting mobilitas sosial. Ketika kita membangun sekolah yang layak di kawasan pelosok, kita sebenarnya sedang membuka jalan bagi anak-anak di sana untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi dan mengubah nasib keluarganya," ujar Dody Hanggodo saat ditemui di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa ketimpangan kualitas fisik bangunan sekolah antarwilayah kerap menjadi penghambat utama pemerataan mutu pendidikan.

Oleh karena itu, Kementerian PU memprioritaskan perbaikan gedung sekolah yang rusak berat, terutama di kawasan yang minim sarana dan prasarana penunjang.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU menerapkan standar konstruksi yang kokoh, tahan gempa, serta ramah anak.

Penataan ruang kelas yang nyaman, penyediaan fasilitas sanitasi yang bersih, hingga ruang penunjang belajar lainnya menjadi fokus utama dalam setiap proyek renovasi.

Langkah ini juga dilakukan melalui koordinasi ketat dengan Kementerian Pendidikan serta pemerintah daerah setempat.

Sinergi interkementerian ini bertujuan agar pemetaan sekolah sasaran berjalan presisi dan tepat guna sesuai kebutuhan lapangan.

Dody menekankan bahwa kehadiran fisik negara melalui infrastruktur pendidikan harus dirasakan secara nyata oleh masyarakat kelas bawah.

Sekolah yang memadai diharapkan dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa serta memberikan rasa aman bagi para guru dalam mengajar.

"Pembangunan yang berkeadilan harus menyentuh urusan paling mendasar. Dengan hadirnya sekolah yang meyakinkan, kita optimistis mobilitas sosial akan bergerak naik, menciptakan SDM unggul yang siap membangun daerahnya masing-masing," pungkas Dody.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua