190 Ribu Pergerakan Penumpang Karimunjawa Januari-Agustus 2026, Bandara Dewadaru Siap Perluas Apron
JEPARA — Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyebut capaian itu sebagai gambaran aktivitas transportasi di Karimunjawa. Pada sepanjang 2025, total pergerakan penumpang naik dan turun di kawasan yang sama tercatat lebih dari 247 ribu.
"Hingga Agustus 2026, angkanya telah mencapai lebih dari 190 ribu pergerakan," kata Gus Hajar, Senin (21/9/2026).
Angka pergerakan tidak sama dengan jumlah orang. Satu penumpang yang berangkat lalu kembali dapat tercatat sebagai dua pergerakan.
Darat, Laut, dan Udara Jadi Penopang Mobilitas
Konektivitas Karimunjawa ditopang tiga jalur sekaligus. Dari darat, angkutan perintis DAMRI melayani rute Pelabuhan Karimunjawa, Kemujan, Bandara Dewadaru, hingga Pelabuhan Legon Bajak.
Dari laut, rute Jepara-Karimunjawa bertambah dengan kehadiran KM Express Bahari 7G berkapasitas hingga 487 penumpang. "Di Karimunjawa, kita juga terus perkuat konektivitas," ujar Gus Hajar.
Penguatan di sektor kepelabuhanan dilakukan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Karimunjawa dengan memasang CCTV di empat lokasi. Sejak 2022, UPP setempat juga telah menerbitkan 962 Pas Kecil sebagai identitas sekaligus tanda pendaftaran kapal-kapal kecil.
Pergerakan Pesawat di Bandara Dewadaru Naik, Penumpang Justru Turun
Jalur udara melalui Bandara Dewadaru mencatat 632 pergerakan pesawat dengan 3.478 penumpang pada Januari-Agustus 2026. Jumlah pergerakan itu lebih tinggi dibandingkan sepanjang 2025 yang tercatat 546 pergerakan.
Namun jumlah penumpang pada 2025 mencapai 3.666 orang, lebih banyak dibandingkan periode Januari-Agustus 2026. Artinya, frekuensi penerbangan bertambah sementara okupansinya menurun.
Pemkab Hibahkan 4.703 Meter Persegi untuk Perluasan Apron
Pemkab Jepara menyiapkan perluasan apron Bandara Dewadaru guna mendukung pengembangan transportasi udara. Lahan seluas 4.703 meter persegi telah dihibahkan kepada Kementerian Perhubungan untuk kebutuhan tersebut.
"Guna perluasan apron, Pemkab telah melakukan hibah lahan seluas 4.703 meter persegi kepada Kementerian Perhubungan," kata Gus Hajar.
Apron adalah area parkir pesawat di bandara. Perluasannya memungkinkan lebih banyak pesawat berhenti dan berputar dalam satu waktu, sehingga jadwal penerbangan bisa lebih fleksibel.
Keselamatan Jadi Syarat yang Tidak Bisa Ditawar
Gus Hajar menegaskan pengembangan konektivitas harus tetap dibarengi aspek keselamatan. Peningkatan infrastruktur, menurutnya, tidak boleh mengesampingkan pengawasan dan kedisiplinan.
"Saya ingatkan bahwa kemajuan transportasi harus selalu berpijak pada keselamatan. Infrastruktur yang baik perlu disertai disiplin, pengawasan, kesiapan petugas, dan kepatuhan masyarakat. Tidak boleh ada kelengahan karena setiap perjalanan menyangkut keselamatan universal, baik manusia, barang, dan lingkungan," ujarnya.
Dengan sisa empat bulan pada 2026, pergerakan penumpang Karimunjawa berpeluang melampaui capaian tahun lalu. Perluasan apron Bandara Dewadaru menjadi salah satu pekerjaan rumah yang menanti, bersama pengawasan keselamatan di tiga jalur transportasi yang selama ini menopang mobilitas warga dan wisatawan kepulauan.