Kemenbud Gelontorkan Rp 150 Miliar Revitalisasi 13 Titik Keraton Kasunanan Solo, Terbesar dalam 40 Tahun
SOLO — Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wali Kota Solo Respati Ardi meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya proyek revitalisasi kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Rangkaian agenda itu diawali peresmian Kantoran Ndalem untuk Lembaga Dewan Adat bersama KGPH Panembahan Agung Tedjowulan.
Dana yang disiapkan mencapai Rp 150 miliar. Pemerintah menyebut revitalisasi fisik sebesar ini terakhir kali dikerjakan di Keraton Surakarta sekitar 40 tahun lalu.
13 Titik Prioritas: dari Pagelaran hingga Keraton Kilen
Revitalisasi menyasar 13 lokasi yang dinilai butuh penanganan segera. Titik-titik tersebut meliputi Pagelaran, Sitinggil, Museum, Kasentanan, Panti Pidana, dan Keputren.
Sejumlah bagian lain yang masuk daftar penanganan adalah Dalem Ageng, Kawasan Kamandungan, Bangsal Pradonggo, Sasono Hondrowino, Panggung Songgo Buwono, serta Kawasan Keraton Kilen.
Fadli menyatakan revitalisasi kali ini belum menjangkau seluruh kawasan keraton. Meski begitu, titik-titik yang dikerjakan diharapkan sudah mencakup mayoritas area yang membutuhkan perbaikan.
Bukan Sekadar Fisik, Tradisi dan Warisan Tak Benda Ikut Dijaga
Pemerintah menegaskan perbaikan tidak berhenti pada bangunan. Aspek nilai, tradisi, dan warisan budaya tak benda yang hidup di lingkungan keraton turut menjadi perhatian dalam proyek ini.
"Revitalisasi ini direncanakan sebagai bagian dari upaya melestarikan aset-aset budaya kita. Pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026. Penanganan tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga memperhatikan pelestarian nilai, tradisi, dan warisan budaya tak benda," ungkap Fadli Zon.
Soal besaran anggaran, Fadli menyebut angka kisaran Rp 150 miliar. Ia juga membuka kemungkinan adanya penambahan waktu bila pekerjaan di lapangan menuntut perpanjangan.
Setelah Revitalisasi, Keraton Diarahkan Jadi Destinasi Budaya
Pemerintah berharap kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menjadi salah satu destinasi budaya penting di Solo usai revitalisasi. Wisata sejarah, religi, hingga kuliner disebut sebagai potensi yang bisa dikembangkan dari kawasan itu.
Konsep pengelolaan profesional tengah disiapkan agar keberadaan keraton tetap berkelanjutan setelah seluruh pekerjaan selesai. Langkah ini menyangkut tata kelola jangka panjang, bukan hanya perbaikan bangunan.
Target penyelesaian akhir 2026 menjadi acuan sementara. Bila ada penambahan waktu, pemerintah belum memerinci berapa lama perpanjangan yang mungkin dibutuhkan.