Breaking

RSUD Tjokronegoro Purworejo Genap 6 Tahun, Waktu Tunggu Obat Dipangkas Lewat SIMRS

RE
Kamis, 01 Oktober 2026
RSUD Tjokronegoro Purworejo Genap 6 Tahun, Waktu Tunggu Obat Dipangkas Lewat SIMRS

PURWOREJO — Direktur RSUD RAA Tjokronegoro, dr. Nunik Sulistyaningsih, menyebut usia enam tahun sebagai fase penguatan mutu pelayanan. Rumah sakit yang berdiri 1 September 2020 itu kini berbenah mengikuti masukan warga yang terjaring di forum konsultasi publik tahun sebelumnya.

Sejumlah masukan sudah dieksekusi. Area parkir akan dilengkapi atap untuk sepeda motor, marka dan penerangan jalan di sekitar rumah sakit diperbaiki, dan kursi tunggu ditambah terutama di poli penyakit dalam dan saraf.

Waktu Tunggu Obat Dipangkas Lewat Integrasi SIMRS

Perubahan paling menonjol ada di alur farmasi rawat jalan dan IGD. Penerbitan nomor antrean farmasi kini otomatis melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) begitu dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) memasukkan e-resep.

Sebelumnya, pasien atau keluarga harus mendatangi depo farmasi dan menyerahkan checklist bukti pelayanan ke petugas. Integrasi ini diproyeksikan memangkas tahapan dan menekan waktu tunggu.

Pasien juga bisa memantau estimasi penyelesaian obat lewat telepon seluler. Website rumah sakit diperbarui agar informasi pelayanan lebih mudah diakses.

"Efisiensi waktu tunggu obat menjadi salah satu prioritas kami. Kami terus mencari cara agar pasien tidak terlalu lama menunggu, termasuk melalui integrasi sistem dan pengantaran obat melalui pos," kata dr. Nunik.

Layanan Cuci Darah Berjalan Setiap Hari

Pada layanan hemodialisa, jumlah pasien meningkat sehingga pelayanan digelar setiap hari. dr. Nunik menyebut kebutuhan masyarakat terhadap cuci darah terus ada.

Manajemen juga menyesuaikan ruang perawatan. Tingginya permintaan kamar kelas I dan kelas III membuat ruang VVIP dialihkan menjadi ruang kelas III.

Ke depan, layanan neurologi akan dikembangkan, termasuk konsultasi gigi. RSUD Tjokronegoro juga memiliki layanan unggulan bedah minimal invasif yang disebut satu-satunya di Kabupaten Purworejo.

IKM 88,31 dan Target 93 Tahun Depan

Hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat menempatkan RSUD Tjokronegoro di nilai 88,31. Unsur kewajaran biaya menjadi salah satu aspek dengan nilai tertinggi.

"Target kami tahun depan IKM bisa mencapai 93. Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan," ujar dr. Nunik.

Selama enam tahun, tercatat 66 pengaduan masuk. Sepanjang Januari hingga September 2026 ada 11 pengaduan, dengan WhatsApp sebagai saluran paling banyak dipakai. Persoalan yang paling sering disampaikan berkaitan dengan prosedur pelayanan.

Pesan DPRD: Jangan Keluhkan Sedikitnya Pasien

Ketua Komisi IV DPRD Purworejo, KH Ahmad Tawabi, meminta jajaran direksi tidak melihat sedikitnya jumlah pasien sebagai hal yang harus dikeluhkan.

"Kalau jarang pasien jangan mengeluh, malah bersyukur karena masyarakat Purworejo sehat," kata Ahmad Tawabi.

Meski begitu, ia menekankan kualitas pelayanan tetap berperan dalam proses kesembuhan pasien. "Kesembuhan sakit juga tidak terlepas dari pelayanan rumah sakit," lanjutnya.

Forum konsultasi publik dinilainya sebagai ruang penting untuk mendengar langsung masukan warga dan pemangku kepentingan. Peserta forum menyampaikan kritik, saran, dan masukan yang kemudian dicatat manajemen sebagai bahan perbaikan berikutnya.

Sumber: purworejo24.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua