Breaking

Indeks Konektivitas Pelayaran Liner Global: China Makin Tak Terkejar

RE
Jumat, 02 Oktober 2026
Indeks Konektivitas Pelayaran Liner Global: China Makin Tak Terkejar

NAVIGASI.CO.ID — China memperlebar jarak kepemimpinan dalam indeks konektivitas pelayaran liner global versi UNCTAD pada September 2026. Skor China mencapai 1.347,6, lebih dari dua kali lipat Korea Selatan di peringkat kedua yang hanya 633,0 dan Singapura 626,7.

Indeks yang dirilis United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) mengukur tingkat integrasi suatu negara ke dalam jaringan pelayaran kontainer. Penilaiannya mencakup kunjungan kapal, kapasitas pelabuhan, ketersediaan operator dan layanan, ukuran kapal terbesar, hingga jumlah negara yang terjangkau lewat layanan langsung.

Asia Masih Jadi Pusat Jaringan Pelayaran

Delapan ekonomi Asia masuk dalam 15 ekonomi dengan konektivitas terbaik dunia pada kuartal ketiga. Selain China, ada Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Vietnam, Jepang, India, Hong Kong, dan Taiwan.

Keunggulan China bertahan sejak 2023 dan terus melebar hingga September. Korea Selatan dan Singapura mempertahankan skor tinggi meski turun tipis dari bulan ke bulan, dan keduanya masih di atas level setahun sebelumnya.

Amerika Serikat dan Malaysia masing-masing menempati posisi keempat dan kelima. Skor keduanya naik dari Agustus, tetapi masih di bawah level September 2025, menandakan perbaikan jangka pendek tanpa pemulihan penuh secara tahunan.

Pemimpin Kawasan dan Gejolak di Pasar Kecil

Di tingkat kawasan, Amerika Serikat memimpin Amerika Utara, Spanyol memimpin Eropa, Mesir memimpin Afrika, dan Panama teratas di Amerika Latin serta Karibia. China dan Panama mencatat perbaikan dari setahun sebelumnya, sementara Amerika Serikat, Spanyol, dan Mesir tetap memimpin kawasan meski indeksnya menurun.

Ekonomi besar umumnya mencatat perubahan tahunan terbatas. Sebaliknya, pasar kecil dan kurang terhubung menunjukkan ayunan persentase paling tajam pada kuartal ketiga.

Venezuela mencatat kenaikan terbesar, melonjak 91,4% dari kuartal ketiga 2025. Saint Pierre dan Miquelon naik 89,3%, disusul Suriah 79,7%.

Ketegangan di Teluk Persia membuat Qatar mencatat penurunan terdalam, yaitu 65,3%. Bahrain menyusul dengan penurunan 60,6%, lalu Irak turun 56%.

UNCTAD mencatat jumlah negara yang kehilangan konektivitas lebih banyak dibandingkan yang mencatat kenaikan pada kuartal ketiga. Kondisi itu mencerminkan perubahan yang tidak merata di jaringan pelayaran antarnegara.

Angka persentase tidak selalu menggambarkan perubahan absolut yang sebanding antarpasar. Negara dengan tingkat konektivitas awal rendah bisa mencatat lonjakan persentase yang jauh lebih besar.

Koridor Bilateral Didominasi Jalur Asia

Hubungan bilateral pelayaran liner terkuat pada kuartal pertama 2026 terkonsentrasi di antara ekonomi dagang yang berdekatan, terutama di Asia. Koneksi China dengan Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia termasuk lima hubungan bilateral terkuat di dunia.

UNCTAD menyebut koneksi China di Asia menguat selama dua dekade terakhir dan kini melampaui banyak koridor bilateral lain. Dua jalur short-sea Eropa, yakni Inggris-Belgia dan Inggris-Belanda, juga masih bertahan di lima besar global.

Kedua rute Eropa itu pernah menjadi koneksi pelayaran liner bilateral terkuat di dunia. Kini posisinya digeser oleh koridor-koridor yang berpusat pada China.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua